In MotoGP, Sponsorship

Ada banyak contoh tentang cara pelisensian olahraga berhasil memoles berbagai produk dan menyulapnya menjadi produk “wow”. Olahraga dan nilai-nilainya, tim, serta warisan dan citra mereka mewakili mitra idealnya untuk menambahkan nilai ekstra yang dapat mewujudkan perbedaan. Dan poin ini berlaku tak hanya untuk olahraga atau organisasi olahraga, tetapi juga untuk merek-merek terkenal secara umum. Contoh pertama yang muncul di benak Anda adalah Nike Apple Watch, kasus pengembangan merek bersama (co-branding) yang tentu saja menghasilkan produk yang sangat bagus dalam operasi pemasaran yang fantastis.

Contoh menarik lainnya adalah Sepeda Ferrari Bianchi Edisi Terbatas yang akan diproduksi hanya sebanyak 12 buah dan dibanderol seharga $15.000+. Namun, itu pun masih tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Ferrari Hublot Big Bang, arloji edisi terbatas berbahan keramik yang merupakan buah kerja sama antara Hublot dan Pakaian Kuda Jingkrak.

Merek Mewah terkenal lainnya, McLaren belakangan ini telah bermitra dengan beberapa perusahaan besar. Di sektor teknologi canggih, saya dapat menunjukkan ponsel OnePlus 6T A6013 McLaren Speed Edition.

Jika kita tetap terpaku pada dunia kemewahan mobil, contoh lainnya pun berseliweran. Lihat saja stasiun docking yang diproduksi Esavox dengan menggandeng Lamborghini. Dan di sini kita juga disuguhkan dengan sesuatu yang tak kalah inspiratif, tapi sedikit lebih terjangkau. Ya, Lamborghini menyuguhkan kita dengan sepatu kets Mizuno Lamborghini.

Saya bisa membayangkan tren ini akan terus berkembang lantaran sebagian besar merek paling glamor dan ikonik di dunia memiliki operasi pelisensian dan pengembangan merek bersama. Dari Adidas ke Bentley, dari Pepsi-Cola ke NBA, dari John Deere ke Walt Disney, semua merek yang paling dikenal di jagat ini menawarkan pelisensian mereknya. Mereka mewakili peluang besar bagi perusahaan yang perlu menghidupkan kembali merek mereka, memperbesar distribusinya, memperluas cakrawala atau target komersial mereka.

Jika Anda ingin menjelajahi apa saja yang dapat dilakukan dalam olahraga atau olahraga motor, tinggal hubungi kami atau jika Anda ingin menulis email, silakan kirim di info@rtrsports.com. Sementara itu, jika Anda ingin melihat-lihat pilihan operasi pelisensian yang kami lakukan dalam beberapa tahun terakhir ikuti tautan ini

[eng-blog]
Riccardo Tafà
Riccardo nasce a Gulianova, si laurea in legge all’Università di Bologna e decide di fare altro, dopo un passaggio all’ ISFORP (istituto formazione relazioni pubbliche) di Milano si sposta in Inghilterra. Inizia la sua carriera lavorativa a Londra nelle PR, prima da MSP Communication e poi da Counsel Limited. Successivamente, seguendo la sua insana passione per lo sport, si trasferisce da SDC di Jean Paul Libert ed inizia a lavorare nelle due e nelle 4 ruote, siamo al 1991/1992. Segue un breve passaggio a Monaco, dove affianca il titolare di Pro COM, agenzia di sports marketing fondata da Nelson Piquet. Rientra in Italia e inizia ad operare in prima persona come RTR, prima studio di consulenza e poi società di marketing sportivo. 
Nel lontanissimo 2001 RTR vince il premio ESCA per la realizzazione del miglior progetto di MKTG sportivo in Italia nell’anno 2000. RTR tra l’altro ottiene il maggior punteggio tra tutte le categorie e rappresenta L’Italia nel Contest Europeo Esca. Da quel momento, RTR non parteciperà più ad altri premi nazionali o internazionali. Nel corso degli anni si toglie alcune soddisfazioni e ingoia un sacco di rospi. Ma è ancora qua, scrive in maniera disincantata e semplice, con l’obiettivo di dare consigli pratici (non richiesti) e spunti di riflessione.
Recent Posts

Leave a Comment

Scrivici

Scrivici un messaggio, verrai contattato al più presto.

Motogp Sponsorship Agency