In MotoGP, Sponsorship

Dalam beberapa hari terakhir, RTR Sports Marketing telah diwawancarai oleh majalah olahraga bergengsi tentang masa depan sponsorship MotoGP. Di tengah ketidakpastian yang muncul dalam industri olahraga akibat pandemi COVID-19 dan perubahan cepat yang ditentukan oleh teknologi, arena sponsorship berkembang dengan pesat. Itulah kesempatan untuk rileks dan merenungkan revolusi hubungan antara merek dan properti di puncak balap roda dua dan tentang bagaimana MotoGP menempa jalan menuju gagasan modern tentang sponsorship global. Kami senang berbagi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini dengan Anda.

  • Aset apa yang paling diminati merek ketika mempertimbangkan sponsorship MotoGP?
  • Di pasar mana MotoGP menawarkan paparan merek?
  • Bisakah Anda mengidentifikasi perubahan penting di pasar sponsorship MotoGP dalam beberapa tahun terakhir?
  • Berapa banyak data penggemar yang digunakan dalam olahraga untuk memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana sponsorship dapat bermanfaat bagi mereka?
  • Seberapa penting kelestarian bagi sponsor? Seberapa pentingkah seri MotoE sehubungan dengan hal ini?
  • Bagaimana olahraga dapat mengembangkan penawaran sponsorshipnya lebih lanjut?

Aset apa yang paling diminati merek ketika mempertimbangkan sponsorship MotoGP?

Segalanya berubah dengan cepat. Pertama, Anda akan menjumpai merek yang mencari logo terbesar di motor yang bisa didapatkan. Di era siaran gratis, visibilitas adalah segalanya: makin besar stiker di fairing, makin kuat program sponsorship Anda.

Tentu saja hal ini tak lagi jadi soal. Merek saat ini mencari properti yang dapat secara efektif menggambarkan sistem nilai mereka dan mereka menggunakan MotoGP sebagai platform pemasaran global untuk meningkatkan aset komunikasi yang ada.

Beberapa merek bahkan tak lagi meminta visibilitas: mereka membutuhkan dukungan media sosial, peluang B2B dalam paddock, akses ke pembalap dan manajemen untuk menyematkan mereka dalam strategi penyampaian cerita merek. Mereka membutuhkan perspektif berbeda untuk mendekati basis pelanggannya: keterpaparan merek yang jitu seperti anak panah tak lagi menjadi kunci utamanya. Sekarang adalah zamannya pemasaran pengalaman.

Ambil contoh layanan perhotelan, misalnya. Bagi sebagian besar Tim MotoGP, pendapatan perhotelan berarti 30% dari total keseluruhan. Angka ini jelasnya bertambah dengan Moto2 dan Moto3.

Di pasar mana MotoGP menawarkan paparan merek?

Dengan lebih dari 200 negara yang menerima Sinyal TV langsung MotoGP dan 55 negara diwakili oleh personel media, MotoGP benar-benar sebuah olahraga global. Beberapa pembalap, seperti Valentino Rossi atau Marc Marquez keduanya adalah ikon dan sang legenda. Wajar saja bila mengatakan bahwa mereka akrab dengan Miliaran.

Secara geografis, Kejuaraan MotoGP bertandang ke 16 Negara di empat benua dengan 19 Grand Prix dalam Semusim. Sekali lagi, ini adalah elemen kunci, karena seri ini benar-benar platform pemasaran yang bergerak, dan mampu melibatkan penggemar, sponsor, dan pemangku kepentingan lokal di lapangan.

Seharusnya tak mengherankan jika seri tersebut telah menambahkan kian banyak putaran ke kalender dalam beberapa tahun terakhir, dengan Finlandia menjadi tambahan terbaru. Tanpa pandemi COVID-19, kita akan menyaksikan Musim 20 putaran pada tahun 2020, Kejuaraan terpanjang dalam sejarah balap motor dunia.

Selain dari Negara-negara Eropa konvensional, kejuaraan ini mapan di mana-mana, dari Australia hingga Amerika Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, Asia Tenggara secara khusus membuktikan pasar yang sangat menarik bagi MotoGP dan industri roda dua. Negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Thailand (di mana motor dan moped mewakili sarana transportasi utama bagi sebagian besar penduduk) memiliki kecintaan mendalam terhadap balap motor dan antusias sejati terhadap pembalap MotoGP. Audiens yang luas, muda, dan loyal ini sangat penting untuk masa depan seri ini (GP Thailand adalah balapan yang paling banyak dikunjungi tahun ini), dan begitu pula ekonomi yang berkembang di negara-negara ini.

Akhirnya, MotoGP mendorong untuk memperluas batasan digitalnya. Media online dan media sosial adalah sarana terdepan dan utama dalam evolusi olahraga serta tim maupun organisasi telah berusaha keras untuk menjadikan MotoGP sebagai properti olahraga motor terkuat jika menyangkut tentang media sosial dan web.

Bisakah Anda mengidentifikasi perubahan penting di pasar sponsorship MotoGP dalam beberapa tahun terakhir?

Seperti yang telah disebutkan, meningkatnya peran pemasaran pengalaman dan pendekatan yang berbeda terhadap keterlibatan penggemar terutama online dan melalui media sosial, beserta penurunan pentingnya visibilitas konvensional, adalah beberapa kekuatan utama yang mendorong pasar sponsorship saat ini di MotoGP.

Namun, perlu dicatat bahwa olahraga global ini selalu berada dalam situasi yang berubah-ubah dan terus berkembang. Pasar sponsorship yang mengandalkan cabang olahraga ini juga harus fleksibel dan responsif dalam skenario adaptasi atau mati.

Pikirkan apa yang terjadi dalam 20 tahun terakhir di khusus di Olahraga Motor. Kami telah mengalami larangan tembakau besar-besaran, peralihan dari tv nasional ke tv berbayar, dampak dari media sosial, munculnya layanan OTT, dan kini kami memiliki masalah esport dan kelestarian, itu hanya sebagian contohnya. Ini bukan sebuah revolusi: tapi lebih seperti seratus revolusi sekaligus.

Berapa banyak data penggemar yang digunakan dalam olahraga untuk memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana sponsorship dapat bermanfaat bagi mereka?

Ini adalah sektor olahraga yang sedang berkembang dan satu Tim serta organisasi sedang giat bekerja.

Hari ini kami memiliki banyak data. Kami sudah memiliki gambaran yang sangat jelas tentang apa yang terjadi ketika para penggemar menonton perlombaan di siaran langsung TV (berapa banyak waktu siaran yang didapat sponsor, area apa yang paling terlihat di motor serta sirkuit, dan sebagainya) dan apa yang dilakukan penggemar di media sosial dan platform online. Ketika disajikan dengan peluang sponsorship, merek diberikan ke ratusan angka audiens global, nilai-nilai kesetaraan media, jangkauan media sosial. Ini adalah snapshot yang sangat terperinci tentang apa yang terjadi saat ini.

Menurut saya, masa depan diraih dengan menempatkan data tersebut dalam skema besar tiga dimensi, membangun profil penggemar yang terus berkembang, bukan memberikan gambaran tentang di mana ia berada. Kita tidak boleh lupa bahwa pelanggan, penggemar, dan penonton bukanlah benda mati yang statis, melainkan individu yang berkembang dengan cepat, yang memiliki kebiasaan dan pola, serta preferensi berubah-ubah dan beralih.

Sponsorship adalah proses pemasaran jangka panjang: kita perlu memberi tahu merek bukan DI MANA penggemar SEKARANG, tetapi SIAPA mereka dalam 36/48 bulan.

Seberapa penting kelestarian bagi sponsor? Seberapa pentingkah seri MotoE sehubungan dengan hal ini?

Kelestarian adalah tren yang sangat penting dalam pemasaran saat ini dan merek perlu memanfaatkannya jika mereka ingin tetap relevan di pasar global. Ambil contoh Formula E, yang barangkali merupakan contoh terbaik dan terhebat tentang cara Anda dapat membangun olahraga dan bisnis baru dengan gagasan seputar: bukan suatu kebetulan jika semua produsen mobil papan atas ingin mengambil bagian.

Di garda depan MotoE , saya yakin posisi ini penting karena banyak alasan.

Pertama dan terutama, Dorna cukup cerdik untuk mengembangkan seri serba listrik di bawah sayap mereka, alih-alih meminta beberapa organisasi lain menyiapkan Kejuaraan baru yang jauh dari paddock MotoGP. Ini berarti nilai tambah untuk Dorna sendiri, tentu saja, tetapi hal ini juga sangat penting dalam proses negosiasi sponsorship. Tim yang memasukkan entri baik di kelas MotoGP dan di MotoE kini memiliki berbagai alat baru untuk sponsor. Dan kini sponsor dapat memanfaatkan nilai-nilai dari kedua cabang olahraga.

Selain itu, jangan lupa bahwa MotoE adalah olahraga baru yang harus melalui proses pembangunan. Teknologi ini masih relatif baru dan perlu beberapa penyesuaian untuk memikat massa, tetapi akan berkembang pesat.

Menurut saya, jika kita mempertimbangkan pasar konsumen motor sehari-hari, segmen ini kurang terikat untuk beralih ke listrik sepenuhnya dibandingkan dengan industri mobil. Entah bagaimana, Motor akan selalu erat dengan “budaya petrolhead”, tetapi tak diragukan bahwa masa depan mobilitas berada di dunia listrik dan kelestarian akan menjadi nilai kunci bagi merek di setiap industri.

Bagaimana olahraga dapat mengembangkan penawaran sponsorshipnya lebih lanjut?

Seperti yang telah disebutkan, batas-batas pemasaran MotoGP sudah diperluas ketika kita membicarakannya. Ketika pasar baru dan target audiens baru muncul, pasar sponsorship berkembang bersama mereka. Arena esports, yang dimasuki MotoGP dengan e-championship mereka, adalah salah satu dari bidang tersebut dan saya dapat melihat alasan beberapa merek yang sudah ikut bergabung.

Mungkin terdengar aneh, dan terutama di masa pandemi COVID-19 seperti hari ini, hal itu adalah soal “berpikir inovatif”. Tumbuh dikelilingi dengan mobil mainan dan poster mobil balap di dinding, entah bagaimana rasanya masih sulit berpikir bahwa sponsorship adalah stiker di mobil atau sepeda motor. Kini dunia itu sudah tiada. Pertanyaannya hari ini bukanlah “bagaimana cara membuat merek saya terlihat?” tetapi “bagaimana saya membuat merek saya terlibat dan berinteraksi secara pribadi dengan konsumen saya?” dan “bagaimana cara membuat pengalaman bernilai tinggi bagi pelanggan saya yang menunjukkan nilai dan proposisi merek saya?”.

Teknologi akan berperan kuat dalam hal ini, dengan memberikan peluang keterlibatan personal yang dibuat khusus.

Emanuele Venturoli
Communication Manager for RTR Sports Marketing. A degree in Communication at the University of Bologna and a passion for sport brought me where I'm today.
Recent Posts

Leave a Comment

Scrivici

Scrivici un messaggio, verrai contattato al più presto.

Pemasaran olahraga setelah COVID-19Tim dan pembalap MotoGP