In Pemasaran Olahraga, Sin categorizar

Konon orang-orang istimewa melakukan permainan istimewa di hari istimewa. Saat para pembalap terhebat sepanjang masa saling bertarung di lintasan paling ikonik di dunia, momen legendaris pun tercipta, membentuk memori yang akan dikenang para penggemar di seluruh dunia. Pada akhirnya, olahraga memang soal itu: momen apik dan sempurna di mana adrenalin bertemu syair dan saat pemenang menjelma pahlawan.

Dari segi bisnis, inilah alasan Anda ingin memilih layanan pemasaran olahraga bagi perusahaan Anda. Anda ingin menghubungkan produk dan merek Anda dengan emosi yang begitu luar biasa dan terlibat dengan klien Anda melalui sarana yang jitu dan menarik.

Sekarang, bahkan untuk seseorang dari agen pemasaran olahraga motor, sangat sulit membuat daftar lengkap momen-momen terhebat balap MotoGP, apalagi 5 terbesar. Tetapi di sinilah kami, bagaimanapun, sebab seorang pria harus melaksanakan apa yang harus dilakukannya dan saat Anda bertanya, kami menjawab.

Berikut daftar 5 momen terbesar balap MotoGP dari kami. Beri tahu kami di kolom komentar atau di info@rtrsports.com pendapat Anda dan jika ada yang kurang.

rossi-lorenzo

Rossi Vs Stoner – Laguna Seca 2008

Tikungan corkscrew yang mendebarkan, dua pembalap paling berbakat sepanjang masa dan dua motor yang mungkin telah menjadi impian pencinta MotoGP selama setahun. Pastinya itu jadi adegan menyalip terikonik saat balap motor, bukan? Stoner menyabet kemenangan di tahun sebelumnya, mengantarkan Ducati menjadi dominasi dunia, tetapi Rossi tidak diam begitu saja dan sedang dalam perjalanan untuk memboyong kembali gelar itu ke garasi Yamaha.

Di arena balap California, keduanya bertarung sepanjang balapan, tukar-menukar gerakan demi gerakan dan mengingat dengan baik bahwa mahkota 2008 sedang dipertaruhkan.

Akhirnya, di pertengahan balapan, Rossi membuat pergerakan di Aussie dengan cara spektakuler di tikungan corkscrew yang terkenal, melakukan block pass sensasional di tikungan ke-7 lantas berakhir di pasir di tikungan ke-8 sebelum akhirnya meloloskan diri dan memimpin.

Apa itu semuanya sah? Yah, tidak, tentunya tidak. Tapi pergerakan itu teramat berani dan pass-nya begitu mendebarkan sampai-sampai kami bersyukur karena semuanya terdiam. Salah satu momen terhebat tidak hanya di balap motor tanpa bayangan keraguan di semua olahraga motor. Kembali ke saat segalanya lebih sederhana, lebih berbahaya, dan para pembalap benar-benar harus menarik kopling untuk menurunkan gigi.

Assen 2018 – Balapan terhebat sepanjang masa?

Selalu ada pria di pub yang sesumbar betapa balapan sudah tidak seperti dulu lagi. Mesin dua tak, tanpa elektronik, ah lagu lama. Nah, jika Anda ingin memenangkan argumen itu, Anda hanya perlu dua kata: Assen 2018.

Ada sebuah alasan mengapa GP Belanda 2018 dinobatkan sebagai “balapan terbaik sepanjang masa”. Ya, sejujurnya, ada banyak. 26 lap penuh gairah, lebih dari 100 kali menyalip, enam pemimpin berbeda, delapan pembalap yang berpotensi jadi pemenang, dan hanya satu orang yang akhirnya berhasil, Marc Marquez.

Balapan ini bukan hanya menjadi momen terbaik dari musim yang spektakuler, dengan beberapa pembalap dalam masa primanya yang berebut mahkota, tetapi pada akhirnya itu adalah bukti nyata betapa apiknya upaya yang telah dilakukan MotoGP dalam menciptakan grid luar biasa kompetitif serta membangun seperangkat aturan yang cerdas dan berwawasan ke depan.

Setelah bendera checkered berkibar, orang-orang di paddock dan tribun bertukar tos dan saling menepuk punggung. Mereka baru saja menyaksikan olahraga motor terindah.

Rossi VS Marquez – Sepang 2015

Salah satu final musim yang paling banyak diperbincangkan dan memecah belah dalam 50 tahun terakhir, dan juga salah satu halaman balapan yang terpahit, Sepang menandai puncak perseteruan Marquez – Rossi.

Saat itu adalah flyaway triple header 2015 dan Rossi beserta rekan setimnya Jorge Lorenzo berjuang menyabet gelar. Pasangan itu tiba di Malaysia dengan selisih 11 poin untuk sang pembalap Italia, tetapi Rossi tidak menyukai yang dia lihat di Phillip Island minggu sebelumnya dan memperjelasnya dalam konferensi pers sebelum balapan, ia berkata jika Marquez mempermainkannya dan terang-terangan mendukung sesama pembalap Spanyol. Marquez dan Lorenzo hanya tertawa.

Pada hari Minggu lampu padam, mereka terus melaju dan Pedrosa beserta Lorenzo melesat melewati lapangan untuk memimpin. Di belakang mereka, drama mulai terkuak. Marquez dan Rossi bertarung memperebutkan tempat ketiga di panggung dan keduanya saling menyerang, yang saling memberi isyarat secara terbuka, dan tinggal menunggu pertikaian sebenarnya.

Dengan beberapa lap tersisa, keduanya kehilangan titik break dan melebar. Bukannya tetap pada jalannya, Valentino menunggu Marquez kembali ke lintasan, dengan lagak menantang. Pembalap Spanyol itu tidak bisa menoleransinya dan segera mensejajari sang pria Yamaha: keduanya melakukan kontak dan Rossi menggoyahkan Marquez dengan sebuah dorongan. Apa itu tendangan? Apa itu reaksi normal setelah kehilangan keseimbangan? Tiada yang tahu. Namun hubungan antara keduanya tidak lagi sama sejak saat itu.

Dovizioso VS Marquez – 2019 Austria

Mungkin persaingan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Marc versus Dovi, Honda versus Ducati, Tak Gentar versus Tak Terbatas. Memang benar, Dovizioso tidak pernah memenangkan perang, tetapi dia memenangkan beberapa pertempuran yang bagus.

Pertempuran terbaik mungkin terjadi di Austria pada tahun 2019, dikelilingi oleh hutan Styria yang indah di akhir pekan yang cukup lembap. Lintasan Spielberg selalu menjadi lintasan yang bagus untuk Ducati, tetapi Marc tetaplah Marc dan Juara selalu menjadi Juara.

Keduanya punya niat jelas sejak awal dan GP Austria dengan cepat menjadi hal yang sangat penting. Di tengah hujan lebat, Dovizioso dan Marquez bergantian memimpin putaran demi putaran dengan epik – namun tetap sangat sportif. Akhirnya, dengan hanya satu lap tersisa, Marc tampaknya menguasai balapan dan pasangan itu memasuki sektor terakhir lintasan. Di sini, Dovizioso mulai melukis mahakaryanya. Dia mengambil garis yang sangat lebar di Rindt dan, meskipun ini mungkin tampak seperti kesalahan, dia mengumpulkan kecepatan dan momentum untuk kesempatan di tikungan terakhir: dia meluncurkan Ducatinya di celah antara puncak dan Honda milik Marquez, memaksa pembalap Spanyol itu menarik rem. “Ini block pass, ini block pass,” teriak komentator ke arah mik mereka. Memang iya, dan pembalap Italia itu mampu melesatkan sepedanya melewati garis akhir di posisi pertama.

Rossi VS Lorenzo – Catalunya 2009

Waktu itu tahun 2009. Lintasannya adalah Sirkuit Montmelodi Catalunya, Spanyol. Pertarungan antara legenda balap Valentino Rossi dan sensasi baru Jorge Lorenzo tak kenal ampun. Di luar lintasan, staf Yamaha harus membangun tembok di garasi, demi memisahkan dua pesaing yang tidak ingin dimata-matai. Di atas lintasan, keduanya menunjukkan balapan paling sengit yang pernah disaksikan khalayak.

Mungkin, mereka mencapai yang paling epik di babak Catalan, di mana mereka melesat di awal dan segera tidak terlihat. Jelas bagi semua orang bahwa kita menonton sesuatu yang mengesankan: kamera TV terus menyorot keduanya dan melupakan pembalap lain di belakang. Setelah 20 lap memompa adrenalin, sang pembalap Spanyol-lah yang tampaknya unggul dan saat lap terakhir dimulai, Lorenzo memperpendek beberapa yard dan memimpin di saat penting. Rossi mencoba bergerak di ujung belakang lurus, tetapi Jorge dengan cepat menutup pintu untuk itu di tikungan 10 dan meluncur ke garis finis. Semuanya sudah berakhir, pikir semua orang, karena tidak ada ruang untuk melewatinya dalam urutan 11-12 yang ketat dan Lorenzo terlalu pandai mengontrol dalam belokan yang mengalir di tikungan 13 dan 14.

Namun, sesuatu terjadi. Ketika keduanya mencapai puncak pada tikungan 14, alih-alih melakukan break, Rossi melepaskan tuas dan Yamaha-nya menukik ke sudut dengan kecepatan luar biasa. Itu jenius dan Mallorcan tidak memperkirakannya. Valentino melewati garis lebih dulu, begitu membahagiakan bagi komentator TV Italia yang “Rossi c’è, Rossi c’è”-nya masih terngiang di telinga setiap penggemar MotoGP.

Emanuele Venturoli
Communication Manager for RTR Sports Marketing. A degree in Communication at the University of Bologna and a passion for sport brought me where I'm today.
Recent Posts

Leave a Comment

Let's get in touch!

Can't find what you're looking for? Send us a quick message and we'll get back to you in minutes.