In MotoGP, Pemasaran Olahraga, Sponsorship Olahraga

Slogan merek dagang RTR Sports Marketing adalah: “menyediakan konsultasi kelas dunia untuk perusahaan yang ingin memanfaatkan olahraga untuk membangun kerja sama yang lebih baik dengan klien mereka”. Mari kita fokus pada penggalan terakhirnya sebentar.

Mengapa perusahaan harus menggunakan olahraga untuk berkomunikasi dengan klien mereka? Bagaimana olahraga seharusnya menyelesaikan tugas pemasaran penting seperti membangun preferensi merek yang lebih kuat, mengubah perilaku pelanggan, dan menyampaikan visi dan misi merek secara efisien?

Tentu, olahraga adalah penghibur yang fantastis dan mungkin salah satu pelaku sosialisasi terbesar. Tetapi apa hubungannya dengan pemasaran? Penjualan? Untuk lebih memahaminya, dan mengapa agen pemasaran olahraga melakukan pekerjaannya, kita perlu melangkah mundur.

Bagaimana kita teralihkan: naik turunnya PERIKLANAN konvensional

Menurut Forbes (‘Finding Brand Success in the Digital World’, 2017), setiap hari, kebanyakan orang Amerika melihat 4.000 hingga 10.000 iklan. Jika angka itu terlihat terlalu besar, kami punya kabar baik untuk Anda: otak Anda bekerja dengan baik dan pertahanan kognitif Anda aktif dan bekerja.

Sebenarnya, kita dikelilingi pesan komersial: dari iklan radio saat kita berkendara ke kantor, hingga papan iklan yang kita lewati, dari iklan Facebook saat kita menelusuri linimasa, hingga spanduk situs web yang tidak akan hilang begitu saja.

Selama lima puluh atau tujuh puluh tahun terakhir, kita sebagai manusia harus belajar cara mengatasi komunikasi tak diinginkan yang terus mengikuti kita di setiap perangkat kapan saja sepanjang hari. Semakin dihindari, harus semakin berlimpah pula keberadaannya agar menarik perhatian. Semakin banyak jumlahnya, semakin kuat pula pertahanan kita.

Tentunya, dalam perjuangan mendapatkan perhatian yang tak berujung ini, merek kehilangan uang yang tidak sedikit. Dan pelanggan kehilangan kesabaran mereka.

Tentu saja dalam kasus ini, kita tidak akan memulai perang salib tak beralasan untuk melawan patriarki periklanan konvensional. Iklan yang baik tetaplah penting dalam rencana pemasaran setiap bisnis. Sebaliknya, kami akan mencoba memahami mengapa pemasaran olahraga bisa sangat efektif dalam keadaan ini, dan lihatlah empat Penunggang Kuda kami:

  • Intrusi VS Inklusi
  • Tampaklah di mana pelanggan menginginkan Anda berada
  • Paradigma Pelajari, Rasakan, Lakukan
  • Cara olahraga menanamkan nilai merek Anda.

Intrusi VS Inklusi

Seperti yang kami sebutkan, mekanisme pengelola kami menjadi sangat canggih, kami bahkan tidak menyadari keberadaannya lagi. tetapi tetap saja, ketika jeda iklan memotong acara TV yang kita tonton, kita pergi mencuci piring atau melihat ponsel kita.

Salah satu perbedaan utama antara periklanan konvensional dan pemasaran olahraga adalah periklanan konvensional bersifat intrusif sedangkan pemasaran olahraga bersifat inklusif. Tonton pertandingan dan Anda akan memperhatikan merek yang terjahit di jersi para pemain, atau stiker di motor MotoGP selama perlombaan putaran terakhir yang mendebarkan.

Di dunia di mana orang-orang lari dari apa yang tidak pernah mereka minta, pastikan merek Anda berada tepat di titik pandang mata.

Semangat bersama

Ini bukan hanya soal berada di depan dan tengah bidikan kamera, tentu saja (meskipun itu sangat membantu). Studi dan riset dengan jelas menunjukkan bahwa penggemar dan konsumen menginginkan merek yang memiliki minat dan semangat seperti yang mereka miliki.

Pertimbangkan hal ini dan Anda akan memahaminya: di zaman sekarang ini, ada puluhan dan ratusan merek yang membuat hal yang sama untuk setiap produk. Berapa banyak perusahaan sepatu, perusahaan telepon, pembuat mobil, produsen garmen, perakit komputer di luar sana? Wajar jika pelanggan akan mencari seseorang dengan pola pikir yang sama.

Olahraga adalah salah satu penghibur terbesar di zaman kita, tetapi juga sesuatu yang menyentuh hati dan pikiran kita, dan hal ini sangat berkaitan dengan kebahagiaan dan kesejahteraan kita. Psikolog mengatakan bahwa hal ini sangat berkaitan dengan sisi afektif kita, yang berarti emosi dan perasaan kita. Konsumen ingin merek ada di momen spesial itu, untuk tim spesial mereka, di hari atau pertandingan spesial itu.

Pelajari, rasakan, lakukan

Sisi afektif kita juga sangat terlibat dalam proses pengambilan keputusan kita dan cara kita membentuk dan mengubah perilaku kita. Bertentangan dengan apa yang mungkin kita kira, kita tidak bertindak berdasarkan apa yang kita ketahui saja (yang disebut sisi kognitif kita), tetapi juga berdasarkan perasaan kita tentang sesuatu. Meski sesuatu yang tidak selalu kita kaitkan dengan pola pembelian kita, ini adalah sesuatu yang kebanyakan dari kita alami lebih dari sekali: reaksi kita sangat berbeda jika kita merasakan atau peduli tentang sesuatu.

Paradigma ini memiliki nama: siklus Pelajari-Rasakan-Lakukan. Dan pemasaran olahraga sangat efektif di bidang ini.

Dengan sponsorship, pelanggan memperoleh informasi tentang sebuah merek atau perusahaan karena mereka melihatnya pada kit sepak bola atau motor balap. Mereka mulai memiliki rasa pada merek atau perusahaan itu karena berhubungan dengan aktivitas atau peristiwa emosional. Setelah hubungan itu terbentuk, mereka mengubah perilaku dan mulai bertindak lebih baik terhadap merek itu.

Menanamkan nilai

Yang terakhir, sponsorship sangat membantu untuk operasi reposisi merek dan aktivitas penempatan produk karena memiliki kemampuan untuk melapisi produk atau layanan tersebut dengan nilai dan fitur olahraga, tim, atau atlet yang disponsori.

Tidak mengherankan bahwa olahraga yang berbeda memiliki audiens, nilai, dan kualitas yang berbeda pula: berlayar itu elegan, mewah, dan umumnya ditujukan untuk orang kaya, sementara bersepeda lebih populer dan berakar pada jenis budaya “bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”.

Di mata pelanggan, nilai dan proposisi ini langsung terwujud pada produk atau merek yang disponsori. Misalnya, sponsorship olahraga motor sangat efektif jika Anda ingin menyampaikan ide tentang teknologi, semangat, kecepatan, teknologi mutakhir, dan kerja tim.

Biarkan bunga mekar

Kami dengan senang hati akan membahas sejumlah teori di balik efektivitas sponsorship. Di satu sisi, jika kami harus mengakui ada kesenangan yang bercampur rasa bersalah saat menelusuri puluhan teori yang mendukung dan mengakui pemasaran olahraga, kami juga percaya penting juga untuk memberi tahu klien kami bahwa ada dasar yang kuat untuk kampanye yang kita rancang bersama.

Ada banyak ilmu di balik pemasaran olahraga -dari banyak sekali data yang diperlukan untuk membuat keputusan yang kuat hingga rangkaian teknologi mengesankan yang dapat digunakan perusahaan pemasaran untuk mengukur efektivitas sponsorship- dan kami sangat menekankan bahwa program kemitraan besar lebih dari apa yang terlihat. Agen pemasaran olahraga dapat menawarkan pandangan yang baik tentang skenario yang mengesankan ini, yang dengan jelas menunjuk pada berbagai nuansa dan pilihan, tetapi juga mengetahui alasan di balik terjadinya sesuatu.

Emanuele Venturoli
Communication Manager for RTR Sports Marketing. A degree in Communication at the University of Bologna and a passion for sport brought me where I'm today.
Recent Posts

Leave a Comment

Let's get in touch!

Can't find what you're looking for? Send us a quick message and we'll get back to you in minutes.

Sponsorship-processbenefits-of-sponsorship