In Olahraga motor, Sponsorship Olahraga

Apa itu balapan Formula E?

Formula E adalah puncak balap listrik dan dilaksanakan di bawah bendera FIA. Seri ini, di mana balap mobil listrik kursi tunggal di sirkuit jalan raya tertutup ini baru saja memperoleh status “Kejuaraan Dunia” meski akhir pekan Grand Prix telah digelar di seluruh benua sejak dini hari.

Terlepas dari usianya yang relatif muda – dengan lampu hijau pada balapan pertamanya di tahun 2014 – Formula E telah menikmati peningkatan teknis yang besar. Mobil Gen-2 lebih cepat, secara visual menggiurkan dan-yang terpenting-mampu bertahan sepanjang balapan tanpa perlu menukar mobil untuk pengisian baterai.

Musim 2021 menampilkan 12 tim dan 24 pembalap di awal, dengan produsen terbaik dunia mengantre untuk merebut gelar. Mulai Audi hingga Mercedes dan dari Nissan sampai Jaguar, Formula E telah mengumpulkan Gotha dari industri otomotif berkat visinya untuk masa depan.

Pahlawan Portugis Antonio Felix da Costa di Techeetah adalah Juara Dunia saat ini.

Apakah mobil Formula E semuanya sama?

Formula E selalu memperhatikan pengurangan biaya: mereka paham benar -dan Formula 1 berdiri sebagai tonggaknya- bahwa uang amatlah penting dalam membangun balapan yang kompetitif. Beri seseorang £1000 untuk mengembangkan mobil kotak sabun dan proyeknya kemungkinan besar akan lebih cepat daripada anak laki-laki yang diberi £25 untuk pekerjaan yang sama.

Untuk mengurangi biaya, beberapa bagian -seperti sasis, baterai, dan kit aero- memiliki spesifikasi dan karenanya sama untuk semua Tim. Di sisi lain, penyalur daya, transmisi, suspensi, dan komponen lainnya tidak memiliki spesifikasi, dengan setiap pembuat membawa paketnya sendiri ke balapan.

Akankah Formula E menggantikan Formula 1?

Ini pertanyaan yang sangat bagus, dan diperdebatkan di dunia olahraga motor dan industri pemasaran olahraga.

Tidak diragukan lagi saat ini Formula 1 masih menjadi puncak balap roda 4 dan olahraga motor secara umum. Bisa jadi ini lantaran masa lalu F1 yang glamor dan fakta bahwa, berkat liputan besar-besaran TV Nasional pada masa itu, olahraga tersebut telah menggalang penonton yang luar biasa di seluruh dunia. Minta seseorang untuk menyebutkan “mobil cepat” dan 9 dari 10 orang pada akhirnya akan terpikirkan mobil kursi tunggal Formula 1.

Dua kekuatan pendorong utama akan memainkan peran dalam pertarungan F1-FE: daya saing di dalam grid dan masa depan yang berkelanjutan untuk industri mobil.

Untuk masalah pertama, sudah cukup lama sejak sang ratu balap tidak menggelar pertarungan perebutan gelar yang menghibur. Sejak awal era hibrida pada tahun 2014, Mercedes telah memenangkan setiap kejuaraan, menjadikannya dominasi terlama dalam olahraga ini. Lewis Hamilton berusaha keras menemukan lawan yang layak, kecuali mungkin rekan setimnya Nico Rosberg pada tahun 2016. Sekarang, meski Hamilton adalah talenta luar biasa yang tak perlu diragukan lagi dan berhak mereguk setiap tetes kesuksesannya, olahraga ini menderita karena kurangnya daya saing. Bahkan penggemar balap garis keras pun bisa bosan setelah panah perak kesekian satu-dua.

Perbedaan tidak begitu terlihat di Formula E, juga berkat struktur biaya yang sangat berbeda. Formula elektrik telah berhasil memperlihatkan balapan yang dekat dan teramat mengasyikkan sepanjang tujuh musimnya dan selalu mengisi gulungan sorotan selepas balapan dengan lebih dari satu momen wow.

Selain itu, ada pertanyaan mengenai harapan untuk industri mobil. Cukup meyakinkan bahwa, dengan masa depan mobilitas yang bertenaga listrik, jauh lebih masuk akal bagi produsen untuk bergabung dengan olahraga yang… .eum, elektrik, dan yang satu ton lebih murah. Untuk alasan inilah para pembuat mobil mengantre untuk bergabung dengan Formula E sementara beberapa merek bergabung dengan F1 dalam beberapa tahun terakhir, dengan Aston Martin yang lebih merupakan pengecualian untuk aturan daripada yang lain.

Jadi, akankah Formula E menggantikan Formula 1? Tidak sekarang, mungkin, tapi di masa depan kita bisa melihat dua olahraga dengan perlahan membawa satu sama lain untuk menciptakan Megazord olahraga motor: cepat, menarik, modern, dan berkelanjutan.

Siapa yang mensponsori Formula E?

Sungguh sebuah pertanyaan yang bagus, dan yang bisa dijawab lewat ceramah panjang dan berlimpah-limpah tentang berbagai fitur yang melekat dan khas dari Olahraga Motor versus olahraga yang tidak digerakkan oleh mesin. Untuk kali ini, kami akan menyelamatkan Anda.

Cukuplah untuk mengatakan bahwa dengan sistem nilai olahraga motor, perusahaan dari semua industri sangat bersedia untuk bergabung dengan seri balap utama. Bicara soal kecepatan, efisiensi, antusiasme, inovasi, kerja tim, teknologi mutakhir, dan tentu saja semua orang ingin turut memberikan sumbangsih, mulai minuman energi sampai produsen komputer, dari perusahaan asuransi hingga minyak dan pelumas.

Selain itu, lot Formula E memiliki kartu tersembunyi lain, dan kartu itu tentu saja adalah keberlanjutan, baik lingkungan maupun ekonomis. Itu adalah gelombang yang sebagian besar perusahaan -dan memang benar- bersedia untuk mengatasinya di masa ini dan yang akan mewakili pilar utama dalam strategi komunikasi kebanyakan perusahaan.

Begitulah, kombinasi sempurna. Oleh karena itu, tidak mengherankan melihat begitu banyak perusahaan jempolan yang mendukung Formula E, mulai ABB hingga Tag Heur, dari DHL sampai Heineken, dari Enel hingga Moet & Chandon.

BIsakah Anda mensponsori Formula E?

Nah, tentu saja Anda bisa mensponsori Formula E. Dan ada banyak alasan mengapa Anda dan perusahaan Anda juga harus melakukannya.

Saya tahu ini mungkin terdengar bias, tetapi untuk memahami apa saja peluang sponsorship yang ada di Formula E -dan secara umum peluang sponsorship olahraga apa yang tersedia bagi Anda dan merek Anda- Anda harus menghubungiagen pemasaran olahraga independen atau agen sponsorship olahraga seperti RTR Sports.

Pertanyaan pertama yang akan Anda tanyakan, pastinya, adalah “berapa biayanya?”. Tapi pertanyaan pertama yang akan ditanyakan kepada Anda adalah “apa tujuan Anda dengan ini?”. Begini, seperti semua kemitraan dalam olahraga global, tidak ada yang namanya paket sponsorship: semuanya dibuat khusus. Kesepakatan di Formula E sangat fleksibel dan memiliki level awal yang kompetitif sehingga semuanya tergantung pada hak pemasaran yang Anda inginkan dan manfaat yang Anda butuhkan dalam kontrak.

Selain itu, untuk setiap sen yang Anda belanjakan dalam sponsorship, Anda juga harus mempertimbangkan untuk menginvestasikan sebagian di antaranya dalam aktivasi sponsorship. Sementara bisnis aktivasi sponsorship hampir sama di semua olahraga motor, harus diingat bahwa -sebagai contoh- peluang aktivasi di Formula E sedikit berbeda dari, katakanlah, di Formula 1, karena struktur olahraganya, sifat sirkuitnya, dan secara umum bagaimana kejuaraan dibentuk dan disiarkan.

Apa itu dorongan penggemar Formula E?

Dorongan penggemar Formula E adalah bagian manajemen olahraga yang sangat cerdas. Pada hari-hari sebelum balapan dan hingga 15 menit balapan berlangsung, para penggemar dapat memilih pembalap favorit mereka melalui aplikasi atau situs web FIA Formula E.

Alih-alih hanya polling atau kontes per se, pembalap yang menerima suara terbanyak mendapatkan keuntungan yang efektif di lintasan. Dalam beberapa detik yang terbatas, mobil mereka akan memiliki tenaga ekstra, memungkinkan mereka untuk melakukan pengejaran kritis dan untuk menjaga mendekatnya laju lawan.

Pembalap dapat memilih kapan harus menggunakan dorongan penggemar selama balapan dan itu dapat dimengerti secara visual melalui lampu LED ungu di atas halo.

Bisakah Anda membeli mobil Formula E

Anehnya, ya, Anda bisa. Setidaknya, di atas kertas.

Sebuah fitur Bloomberg 2018 awalnya dipandang sebelah mata ketika mereka mengklaim Anda memang bisa membeli penantang Formula E. Jika ada sisa seperempat Juta di saku Anda – kata artikel tersebut- Anda mungkin sebaiknya mendapatkan mobil FE yang dapat digunakan berputar-putar singkat di lintasan lokal Anda.

Yah, orang-orang di Bloomberg tidak salah. Nah, ini bukannya seperti Anda bisa masuk ke toko mobil biasa dan memilih model dan warnanya. Sebetulnya, jika Anda mengenal seseorang yang mengenal seseorang, idealnya Anda bisa mendapatkan salah satu dari 40 mobil yang digunakan Formula E selama dua musim pertama balapannya.

Ini bukan hal baru bagi fanatik balap garis keras dan penggemar Formula 1, mereka tahu betul bahwa beberapa tim memiliki program bagi klien super kaya yang ingin merasakan sensasi memiliki tunggangan Formula 1. Ferrari misalnya punya satu, di mana Anda bisa memiliki mobil yang membawa Michael Schumacher menyabet beberapa gelar atau penantang yang nyaris membawa Eddie Irvine mendapat gelar. Sayangnya.

Tentu saja, mobil-mobil ini tidak legal di jalan raya dan membutuhkan tim mekanik serta insinyur hanya untuk menyalakannya. Tapi ini bukannya hal yang pada akhirnya tidak bisa dibeli dengan uang.

Emanuele Venturoli
Communication Manager for RTR Sports Marketing. A degree in Communication at the University of Bologna and a passion for sport brought me where I'm today.
Recent Posts

Leave a Comment

Let's get in touch!

Can't find what you're looking for? Send us a quick message and we'll get back to you in minutes.

Sponsorship MotoGP