Beberapa hari lalu kami menerima sebuah permintaan kontak melalui formulir di situs web kami. Pesannya singkat: “akan lebih baik membahasnya melalui telepon”, tanpa detail lebih lanjut. Kami segera merespons melalui email, memberikan kontak kami, menyertakan tautan ke layanan dan portofolio klien kami, serta meminta informasi lebih lanjut. Jawabannya: semua materi hanya akan dibagikan setelah panggilan telepon pertama. Kami sepakat soal waktu dan hari.
Perbedaan antara konsultan dan penyandang dana tidaklah sepele
Ketika akhirnya kami berbicara, lawan bicara kami menjelaskan bahwa ia sedang mencari pendanaan untuk karier olahraga putranya. Sayangnya, kami jelaskan, itu bukan pekerjaan kami: kami adalah konsultan yang membantu perusahaan berinvestasi dalam olahraga sebagai alat pemasaran. Kami tidak mencari sponsor untuk atlet atau tim.
“Oh, saya tidak tahu itu” — katanya tenang — lalu ia lanjutkan dengan menggambarkan kemenangan masa lalu dan proyek masa depan putranya. Dari rasa ingin tahu, saya tanya olahraga apa yang dimainkan anak itu. Kiper di klub sepak bola amatir. Kami jelaskan bahwa bisnis inti kami adalah motorsport: MotoGP, Formula 1 dan Formula E. Ini pun, jelas, hal baru baginya.
Sebelum menutup telepon, lawan bicara kami bertanya apakah kami mengenal agen yang berspesialisasi dalam sponsor untuk sepak bola muda. Kami sopan menjelaskan bahwa tidak, karena pekerjaan kami adalah konsultasi korporat, bukan manajemen olahraga. Kata-kata terakhirnya mengatakan segalanya:
“Maaf — tanya saya — apakah Anda mengunjungi situs web kami?”
“Tidak. Saya menemukan Anda di Google dan menulis kepada Anda. Saya tidak sempat menelusuri lebih lanjut.”
“Tapi saya sudah mengirimkan daftar layanan dan portofolio klien dalam email pertama…”
“Saya ingat, tapi hari-hari ini sangat sibuk. Saya pikir lebih baik langsung menghubungi Anda.”
Ini seperti menelepon notaris ketika Anda butuh ahli jantung
Separa paradoks kelihatannya, pendekatan semacam ini sangat umum. Kami melihatnya berulang dalam berbagai bentuk: permintaan generik, tanpa brief, tanpa memeriksa layanan kami, tanpa memahami apakah profil kami sesuai dengan kebutuhan.
Kami sangat memahami tekanan yang dirasakan oleh mereka yang mencari sponsor: ini adalah aktivitas yang melelahkan, yang mengalihkan perhatian dari performa olahraga dan jarang menghasilkan hasil segera. Kami sangat menghormati mereka yang mencoba. Tetapi justru karena menghormati mereka yang menginvestasikan waktu dalam pencarian ini, pencarian tersebut harus terstruktur dan terinformasi.
Di 2024-2025: mengapa personalisasi adalah segalanya
Pasar sponsor olahraga telah berubah secara radikal dalam beberapa tahun terakhir. Merek saat ini menerima puluhan — terkadang ratusan — proposal setiap musim. Untuk menonjol dalam konteks ini diperlukan jauh lebih dari sekadar email generik atau panggilan telepon spontan.
Para profesional industri mengetahuinya: proposal yang berhasil adalah yang dibangun berdasarkan data spesifik. Apa tujuan pemasaran sponsor target? Di pasar geografis mana mereka ingin berkembang? Jenis audiens apa yang ingin mereka jangkau? Pesaing mana yang sudah berinvestasi dalam olahraga, dan dengan hasil apa?
Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini sebelum mengangkat telepon bukan sebuah kemewahan: ini adalah persyaratan minimum untuk ditanggapi dengan serius. Brief yang dipersonalisasi — yang menunjukkan bahwa Anda telah mempelajari perusahaan, memahami tujuannya, dan dapat menjelaskan mengapa kemitraan tersebut menciptakan nilai — memiliki tingkat respons yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendekatan generik apa pun.
Apa yang harus dilakukan sebelum menghubungi calon sponsor
Sebelum menulis email apa pun atau meminta pertemuan apa pun, ada baiknya menjawab pertanyaan-pertanyaan ini:
1. Apakah ini kontak yang tepat? Apakah masuk akal jika perusahaan atau agensi ini tertarik dengan proyek Anda? Apakah mereka beroperasi di sektor dan pasar yang tepat?
2. Apa yang mereka lakukan tepatnya? Layanan apa yang mereka tawarkan, klien apa yang mereka layani, apa spesialisasi mereka?
3. Apa tujuan pemasaran mereka? Apakah mereka mencari visibilitas di pasar tertentu? Ingin menjangkau audiens muda? Fokus pada brand awareness atau konversi langsung?
4. Apa yang dapat Anda tawarkan secara konkret? Visibilitas di saluran mana? Untuk audiens apa? Dengan data pendukung apa — pengikut, tayangan, liputan TV, keterlibatan media sosial?
5. Mengapa mereka harus memilih Anda, sekarang? Apa faktor pembeda Anda? Timing, pasar geografis, hasil olahraga, jenis audiens?
Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini tidak menjamin “iya”, tetapi menjamin percakapan yang serius. Dan ini adalah satu-satunya cara untuk menjadikan pencarian sponsor sebagai aktivitas yang terukur dan profesional.